Jumat, 01 Januari 2021

HEMS Maintenance : Perawatan dan perbaikan peralatan project konstruksi dan alat berat


Sebagai factor produksi,peralatan yang terdiri dari kendaraan, alat berat, mesin alat dan tools harus dijaga agar selalu ada dalam kondisi prima dan dapat bekerja secara terus menerus dengan down time yang seminimum mungkin dan tersedia pada saat diperlukan, hal tersebut dapat dicapai dengan perawatan dan perbaikan atau maintenance yang baik.

Berdasarkan pengamatan , berbagai kasus yang terjadi di lapangan yang menjadi penyebab terjadinya kerusakan adalah :




Kerusakan akibat kesalahan / kelainan maintenance :
Air pendingin jarang diperiksa
                                6 %

Level  oli jarang diperiksa                                       6 %

Kurang Oli dan grease                                          12 %

Masalah dalam Daily Inspection                           24 %

Salah cara membersihkan elemen                          6 %

Salah penyetelan                                                   12 %

Air masuk fuel                                                        13 %

Waktu penggantian elemen tidak tepat                  12 %

Lain-lain                                                                    5 %

Masalah dalam Periodic Maintenance. .              48 %
           Masalah dalam maintenance                               72 %.

Salah pengoperasian                                           28 %

 

Dari sajian data diatas dapat diperoleh gambaran bahwa masalah maintenance menjadi penyebab kerusakan pada peralatan yaitu 24 % terjadi pada saat P2H ( pemeriksaan harian ) dan 48 % terjadi karena masalah periodical maintenance atau perawatan berkala, salah pengoperasian dan penyebab lain hanya andil 28 % masalah.


Dapat dikatakan bahwa Maintenance sebagai tindakan perawatan dan perbaikan pada peralatan factor terbesarnya ada pada masalah perawatan ( 72 % ) sehingga masalah perawatan ini perlu perhatian yang sangat serius.


Perawatan yang dinilai baik adalah perawatan yang menghasilkan down time yang seminimum mungkin tetapi tentu saja dengan biaya perawatan yang serendah mungkin serta waktu sesingkat mungkin sehingga dapat tersedia setiap waktu diperlukan.


Ada beberapa tahapan kegiatan dalam proses maintenance yaitu pemeriksaan, penggantian, penyetelan , perbaikan dan pengetesan, kesemuanya itu merupakan aktivitas secara total.


Pemeriksaan merupakan pekerjaan rutin dan periodic harian, mingguan, bulanan , tahunan atau periode berdasarkan jam kerja mesin, penggantian adalah pekerjaan untuk mengganti sparepart yang diperlukan berkaitan dengan pemeriksaan tadi atau berdasarkan perhitungan umur teknis elemen mesin, perbaikan adalah tindakan mengembalikan kondisi alat yang rusak Kembali ke kondisi semula, sedangkan pengetesan merupakan review final dari seluruh tindakan maintenance.


Jadi dapat dikatakan bahwa tujuan maintenance adalah 

  • Peralatan selalu dalam keadaan siaga siap pakai ( High availability = berdaya guna physic yang tinggi ). 
  • Peralatan kondisi prima, berdaya guna mekanis yang paling baik ( Best Performance ). 
  • Biaya perawatan dan perbaikan peralatan menjadi lebih hemat ( Reduce repair cost ) 

 Untuk dapat mencapai tujuan dari maintenance secara optimal, maka diperlukan organisasi yang baik, tentunya dengan struktur organisasi yang baik.

 

Struktur organisasi maintenance …..


Selasa, 29 Desember 2020

Tahapan proses membangun sistem manajemen peralatan dan alat berat untuk proyek konstruksi

 


Ada beberapa Langkah yang harus dilalui dalam membangun system, utamanya dalam system manajemen peralatan dan alat berat agar setelah system sudah dijalankan tidak menemui hambatan baik di lapangan maupun di back office, pada system yang kurang baik justru akan membuat pusing petugas lapangan dalam menjalankannya.

Tahapan yang harus dilalui tersebut adalah :

 


PENGUMPULAN DATA AWAL

  1. Pengumpulan data permasalahan yang terjadi saat ini baik masalah proses kerja yang ada di lapangan misalnya sering terjadinya kerusakan unit yang tidak terduga, sering terjadi kehilangan sparepart, tidak termonitornya operasional unit di lapangan, dan lainnya , maupun masalah yang ada di manajemen, seperti proses pencatatan , proses pelaporan, proses penyimpanan data dan sebagainya.
  2. Pengumpulan data kebutuhan atau keinginnan dari pihak manajemen baik untuk pengendalian ataupun untuk Analisa, juga keinginan dari pihak lapangan, seperti mudahnya meminta sparepart bila diperlukan maintenance, mudah diketahuinya keberadaan dan kondisi unit dan sebagainya.
  3. Data yang sudah dimiliki saat ini, data ini akan dijadikan data awal system yang baru nanti, seperti detail data unit , detail dalam hal ini betul betul lengkap mulai data fisik, legal, data teknis, data nilai ( keuangan ), juga data barang yang juga harus detail sesuai data teknisnya, data karyawan terutama karyawan yang ada di lapangan misalnya mekanik, operator, driver, pengawas, helper dan sebagainya, data karyawan ini termasuk didalamnya foto KTP dan alamat lengkap daerah asal.
  4. Pengumpulan data awal ini betul-betul diperlukan detail, misalnya untuk unit dan sparepart hafrus diadakan opname ke lapangan, sedangkan data SDM karus di rekonsiliasi dengan pihak HRD supaya benar-benar valid. Data-ata tersebut dikumpulkan dalam format excel sehingga dengan mudah dapat di transfer kedalam system sebagai data awal.

MEMBANGUN SISTEM

  1. Stok opname : melakukan indentikasi dan penghitungan fisik sparepart dan shop supplies di Gudang ( workshop ), termasuk pendataan barang yang belum masuk dalam data awal, biasanya barang bawaan mesin yang tidak didata.
  2. Unit opname : melakukan pengecekan dan indentifikasi seluruh unit, baik data teknis seperti nomor lambung, nomor mesin, nomor rangka, type, kapasitas, juga data legal seperti perijinan STNK, SILO, KIR dan sejenisnya serta data value, seperti nilai pembelian, nilai buku, nilai investasi, dan deprsesiasi
  3. Pembuatan prosedur kerja berdasarkan data permasalahan dan kebutuhan perusahaan yang telah disusun diatas.
  4. Berdasarkan data prosedur kerja dibuat / dimodifikasi program sesuai alur kerja dalam prosedur tersebut.
  5. Secara parallel fitur program yang telah selesai mulai dijalankan di lapangan, berfungsi sekaligus untuk pengecekan program dan alur lapangan.
  6. Trial running ; penggunaan atau implementasi system dengan data parallel system lama.
  7. Cut off : menghentikan system lama dan menggantikan dengan system baru.

 PENDAMPINGAN TEKNIS

  1. Sistem berjalan di lapangan dan administrasi back office dengan monitoring langsung dari programmer.
  2. Perbaikan system yang masih belum berjalan sesuai rencana.
  3. Sistem Running



Senin, 28 Desember 2020

Manfaat System Perawatan alat berat bagi Perusahaan Konstruksi dan Pertambangan

 


System dan software perawatan alat berat saat ini telah menjadi kebutuhan vital bagi setiap Perusahaan terutama peusahaan jasa konstruksi / kontraktor, pertambangan, perkebunan dan perusahaan berbasis armada lainnya.

Banyak perusahaan mulai menyadari bahwa mengelola peralatan secara manual tidak membantu mereka mencapai efektifitas dan efisiensi yang diharapkan. Manajemen peralatan dan alat berat yang semestinya mampu membantu perusahaan mengelola operasional dan perawatan secara lebih efisien malah menjadi salah satu faktor penyebab kerumitan dan kerugian.

Apabila  saat ini Anda sedang berpikir untuk mengotomatiskan pengelolaan peralatan dan alat berat dalam Perusahaan Anda, perlu dipertimbangkan penggunaan HEMS untuk menangani pengelolaan peralatan perusahaan anda..

Sebelum memutuskan untuk menggunakan perangkat lunak perawatan alat berat, ada baiknya jika Anda memahami fungsi dari system tersebut terlebih dahulu.

Apa Itu Manajemen Peralatan dan alat berat?

Sebelum mempelajari tentang kegunaan sistem perawatan alat berat bagi Perusahaan, Anda perlu terlebih dahulu memahami apa itu manajemen peralatan dan alat berat. Manajemen peralatan dan alat berat mengacu pada perencanaan strategis, pengelolaan, pengarahan, dan pengendalian proses kerja peralatan dan alat berat dalam suatu organisasi atau perusahaan.

Manajemen peralatan dan alat berat penting bagi setiap Perusahaan untuk memastikan bahwa operasional peralatan tetap dalam konsisi stabil .  Tugas dari manajer peralatan dan alat berat atau orang yang bertanggung jawab atas pengelolaan peralatan dan alat berat adalah memperkirakan kebutuhan alat yang tepat untuk menjalankan sebuah project , menentukan type sesuai fungsi alat dan jenis perkerjaan , menentukan peralatan sesuai kapasitas kerjanya , membuat kebijakan lainnya terkait peralatan dan alat berat, mengambil keputusan agar tidak salah dalam melakukan investasi di bidang perlatan , dan masih banyak lagi.

Tujuan dari penerapan manajemen peralatan dan alat berat sendiri adalah untuk mengoptimalkan kapasitas alat supaya tetap dalam kondisi prima dan dapat beroperasional maksimal . Tanpa manajemen peralatan dan alat berat yang baik, perusahaan akan kesulitan mencapai objektifnya dan mengalami banyak kerugian yang berujung pada kebangkrutan.

Pengertian System Perawatan alat berat

System perawatan alat berat atau software perawatan alat berat (disebut juga sebagai aplikasi peralatan dan alat berat) adalah perangkat lunak yang dirancang untuk perusahaan konstruksi dan pertambangan dalam mengelola perlatannya dan menyederhanakan dan mengotomatiskan pencatatan, pendataan dan informasi operasional dan perawatan peralatan dan alat berat dalam suatu organisasi perusahaan.

Saat ini, sistem perawatan alat berat dalam bentuk perangkat lunak merupakan alat bantu yang krusial bagi perusahaan apapun.  Perangkat lunak ini memungkinkan pelacakan transaksi peralatan dan alat berat yang terperinci dan pembuatan berbagai laporan peralatan dan alat berat secara instan.

Sebelum ada aplikasi peralatan dan alat berat, tugas-tugas dalam operasional dan perawatan peralatan dan alat berat harus dilakukan secara manual, dari dokumen di lapangan dicatat biasanya menggunakan aplikasi excel, sehingga banyak kegiatan operasional yang harus dicatat beberapa kali dan tidak efesien Pembuatan laporan umumnya tidak praktis, karena manajer peralatan harus mengonsolidasikan entri secara manual. Sistem  peralatan dan alat berat mengotomatiskan tugas-tugas ini, mengurangi waktu dan biaya pencatatan, dan memungkinkan pengambilan keputusan peralatan dan alat berat yang lebih baik melalui pelaporan real-time.

Manfaat System Perawatan alat berat bagi Perusahaan

Profesional perawatan alat berat menganggap sistem perawatan alat berat sebagai aset perusahaan yang mampu meningkatkan efisiensi departemen peralatan dan alat berat secara signifikan. Di luar itu, beberapa manfaat penting lain yang dapat diberikan oleh perangkat lunak ini kepada Perusahaan Anda adalah sebagai berikut.

Memastikan monitoring operasional dan perawatan  yang Baik

System perawatan alat berat memungkinkan pemilik Perusahaan mengontrol peralatan dan alat beratnya secara otomatis, sekalipun pemilik Perusahaan bukan orang yang ahli dalam perawatan alat berat. Dengan sedikit pelatihan, pemilik Perusahaan dapat mengelola semua operasional perawatan alat beratnya menggunakan komputer atau perangkat selulernya tanpa harus membayar pihak eksternal untuk mengontrol operasional dan perawatannya.

Menghemat Biaya Perusahaan

Aplikasi peralatan dan alat berat mengotomatiskan pencatatan pekerjaan opersional dan perawatan serta mengatur susunan operasional dan perawatan , sehingga Anda tidak perlu melakukan outsourcing manajemen peralatan dan alat berat kepada pihak eksternal. Perangkat lunak ini juga dapat mengurangi biaya yang berkaitan dengan pencetakan dan pemberian dokumentasi, sebab seluruh data disimpan secara digital di lokasi yang aman dan terpantau.

Meningkatkan Akurasi Data

Salah satu manfaat penting dari aplikasi peralatan dan alat berat yang baik adalah sistem ini dapat meminimalkan human error yang biasa terjadi saat pencatatan dan entri data. Ketidakakuratan dalam laporan peralatan dan alat berat dapat menyebabkan krisis yang berdampak pada keberlangsungan Perusahaan, dan sistem perawatan alat berat dapat mencegah hal ini terjadi.

Mempermudah Pengambilan Keputusan

Ini merupakan salah satu keunggulan utama dari sistem perawatan alat berat yang canggih. Tanpa perangkat lunak ini, Anda akan kesulitan memahami secara rinci kondisi peralatan dan alat berat Anda. Sistem ini memberikan Anda informasi  yang dapat membantu Anda memonitor dan memutuskan dimana peralatan dan alatberat berada, bagaimana kondisinya, dan operasional dalam kondisi bagaimana, dan berkaitan dengan kontrak yang mana, serta bagaimana historicalnya waktu demi waktu.

Dengan gambaran yang jelas tentang keadaan peralatan dan alat berat Anda saat ini, Anda akan bisa lebih mudah mengembangkan strategi yang cerdas dan mengalokasikan sumber daya dengan tepat.

Meningkatkan Keamanan Data Peralatan dan alat berat

Data peralatan dan alat berat adalah informasi perusahaan yang bersifat konfidensial dan harus dijaga agar tidak jatuh ke tangan yang salah atau hilang. Sistem perawatan alat berat memastikan data peralatan dan alat berat Anda tetap aman dengan menyimpannya dalam sebuah sistem terpusat yang terlindungi oleh firewall. Hanya mereka yang diberikan hak akses yang dapat melihatnya.

Meningkatkan Produktivitas Karyawan

Membuat laporan peralatan dan alat berat dan merapikan catatan adalah pekerjaan yang sangat memakan waktu. Untuk melakukan pekerjaan ini secara manual, karyawan Anda mungkin harus mengorbankan pekerjaan penting lainnya. Belum lagi jika mereka harus memperbaiki error yang sering terjadi ketika tugas-tugas perawatan alat berat dilakukan secara manual. Namun, dengan system, semua tugas peralatan dan alat berat dapat dikerjakan secara otomatis sehingga karyawan Anda dapat melakukan pekerjaan lain yang bernilai untuk Perusahaan Anda.

Beruntung saat ini telah ada perangkat system perasional dan perawatan peralatan dan alatberat anak bangsa yang dapat mendukung kegiatan tersebut untuk perusahaan konstruksi, rental, pertambangan, perkebunan, distribusi dan transportasi serta perbengkel, produk tersebut bernama HEMS ( Heavy Equipment Management System )

Fitur-Fitur Umum dalam HEMS sebagai Sistem Perawatan alat berat yang Canggih

Pada suatu  sistem perawatan alat berat memiliki fitur dasar yang dapat mendukung kegiatan operasional dan peralwatan peralatan dan alat berat. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

Peralatan sebagai asset

Ini mungkin merupakan fitur sistem perawatan alat berat yang paling krusial. Dalam fitur ini akan mencakup mencatatan detail data tentang peralatan dari data fisik berupa nomor lambung, nomor mesin, nomor lambung dan data detail lainnya, juga dapat ditampilkan informasi tentang kondisi, lokasi, dan keterikatan kontrak unit peratan tersebut, serta nilai unit dan depresiasinya.

Manajemen Project

Fitur ini untuk mencatat dari perencanaan biaya sebuah proyek yang dihubungkan dengan penggunaan alatnya, kontrak proyek, jenis dan jumlah alat yang akan digunakan, tarif sewa per alat serta biaya lain yang timbul dalam penggunakaan alat dalam sebuah proyek, dan akhirnya dilaporkan secara otomatis laporan rencana biaya dan actual biaya per alat dan per project baik bulanan maupun akumulasi per project.

Proses maintenance

Perawatan alat merupakan hal yang sangat vital bagi perusahaan yang memiliki banyak alat apalagi peralatan tersebut merupakan alat produksi yang menjadi urat nadi dari usaha perusahaan.

Pada system perawatan peralatan dan alat berat proses maintenance dimulai dari penyampaian keluhan atau masalah yang ditemui oleh operator pada saat operasional, masalah teknis yang ditemui pada saat P2H, atau perencanaan yang dilakukan oleh planner untuk perawatan berkala, break down, ataupun maintenance lain yang sudah direncanakan.

Dari awal penenmuan masalah tersebut akan diikuti terus setiap Langkah prosesnya sampai dengan selesai untuk dapat dioperasikan kembaliatau tidak dapat dipakai lagi karena rusak total. Fitur ini diakhiri dengan laporan historical service yang melaporkan detail service yang pernah dialami unit dari waktu ke waktu.

Manajemen Inventory

Manajemen inventory dalam sistem perawatan alat berat  ini dikhususkan pada sprepart yang baik terintegrasi dengan pembelian  penerimaan, manajemen gudang, serta pengeluaran yang secara otomatis dikaitkan dengan penggunaansparepart untuk maintenanace unit 


Rabu, 23 Desember 2020

Alur kerja - HEMS sebagai Sistem Informasi Manajemen Peralatan konstruksi





HEMS sebagai suatu sistem informasi yang khusus menangani manajemen peralatan konstruksi memiliki 5 bagian utama, yaitu asset, operasional project, maintenance dan inventory yang kesemuanya berkaitan secata langsung sehingga membentuk informasi yang sangat berguna membantu manajemen perusahaan dalam mengambil keputusan.


HEMS berasal dari 4 master yaitu unit (1) , proyek (2) , karyawan (3) dan sparepart yang dapat dijelaskan sebagai berikut :

(1)(2)(3) Data Master

Unit :
Berisi detail data unit seperti kendaraan, alat berat, mesin, alat dan tools berupa data indentitas, legalitas dan value.

Proyek :
Berupa data proyek yang akan atau sudah didapatkan berupa data nomor proyek yang bisa diisi dengan nomor kontrak kalau belum ada bisa pake nomor sementara dulu, penanggung jawab dan tanda tangan, lokasi proyek, dan unit yang akan digunakan dlam proyek tersebut.

Karyawan :
Data karyawan lapangan terutama driver ( kendaraan dan truck ), operator ( alat berat, dan alat lainnya ), mekanik, pengawas, detail data karyawan ini akan digunakan pada saat operasional untuk data driver atau operator, pengawas untuk data site, dan mekanik pada saat maintenance.

Sparepart :
Data detail sparepart dan shop supplies di gudang, ID sparepart, part number,rincian detail dan jumlah yang ada di gudang, data ini akan digunakan pada saat maintenance dan menggunakan sparepart untuk pemakaian langsung di workshop

(4) Input kontrak proyek

  • Input data rencana proyek : unit yang hendak dipakai dalam satu proyek, rencana biaya untuk peralatan ( maintenance dan operasional ) selama proyek akan berlangsung.
  • Input data rencana indentitas proyek : nama proyek, pemilik proyek, alamat proyek, pekerjaan volume dan nilai proyek termasuk cara pembayarannya.
(5) Data kontrak proyek
  • Dari input data proyek maka akan diketahui detail proyek, berupa data pemilik proyek, alamat, jenis perkerjaan, volume pekerjaan dan cara pembayarannya.
  • Data unit yang akan dipakai jenis dan banyaknya serta berapa lama kira2 mau digunakan.
  • Data rencana penggunaan unit ini diinfomesikan kepada bagian asset untuk rencana alokasi unit ( dilihat unit yang ready dan sedang tidak terikat kontran, bila tidak ada maka dapat diajukan rencana pembelian atau rencana sewa.
  • Data rencana pendapatan dan biaya proyek.
(6) Input mobilisasi alat
  • Berdasarkan pengajuan unit maka bagian aset membuat rencana mobilisasi alat, mutasi alat menuju proyek yang telah ditentukan berdasarkan rencana penggunaan alat yang sudah masuk diatas.
  • SEmua unit yang sudah dimobilisasi ( mutasi ke proyek ) baru dapat diinput time sheetnya untuk mencatat jam kerja mesin atau jam kerja orang, serta biaya yang timbul terutama biaya operasional dan maintenance.
(7) Data mutasi alat
  • Data mutasi alat ini dapat menunjukkan riwayat mutasi alat ( historical ), telah dipakai di proyek mana saja, dimana berapa lama, dan kapan tanggalnya
(8) Input laporan harian alat
  • Semua unit yang sudah di mobilisasi dengan ikatan kontrak terhadap proyek tertentu maka baru dapat dientry operasionalnya.
  • Data yang dimasukkan adalah data time sheet seperti jam kerja, vulume, ritase, 
  • Dari data entry time sheet ini akan didapat rekap data jam kerja dan operasional lainnya.
(9) Laporan operasional alat
  • Rekap harian, bulanan atau tahunan per unit atau seluruh unit.
  • Rekap data inilah dapat dijadikan dasar untuk penerbitan invoice sewa atau hasil proyek
  • Invoice dapat diterbitkan secara otomatis dari data tersebut diatas.
(10) Riwayat operasional alat
  • Laporan yang berupa historical penggunaan alat pada setiap proyek, jenis alat, jumlah alat, hasil alat, lama penggunaan dan waktunya.
  • Laporan hasil proyek, berupa rekap seluruh biaya alat dan hasil yang diterima per alat atau dari seluruh alat


Nomor Lambung bukan sekedar nomor indentitas peralatan proyek

 



Nomor lambung sebagai indentitas alat pada proyek kontruksi sangatlah vital karena dengan nomor indentitas ini siapapun yang terlibat dalam pekerjaan proyek akan dengan sangat mudah menyebutkan suatu alat dengan spesifik tanpa tertukar dengan alat lain sejenis, banyak sekali manfaat yang diperoleh dengan mudahnya melihat dan menyebutkan nomor lambung ini baik bagi pekerja di lapangan maupun bagi manajemen sebagai alat kontrol.

Nomor lambung begitulah biasanya orang menyebutnya, walaupun nyatanya penomoran tersebut tidak harus berada di lambung, bisa di bak belakang untuk dump truck, di kabin depan, atau dipintu untuk truk dan alat berat, atau dimanapun penempatannya yang penting mudah dilihat dan mudah diingat oleh siapapun, tidak harus orang dalam ( pekerja proyek ) namun oleh orang luarpun harus mudah diketahui.

Pada HEMS pemberian indentitas nomor lambung ini biasanya kami sebut dengan call nummber ( nomor panggilan ), ada beberapa metode pemberian indentitas bagi sebuah alat atau unit karena ada berbagai kepentingan didalamnya, misalnya nomo asset yang sangat diperlukan oleh accounting untuk indentifikasi fixd asset yang akan dihubungkan dengan pembebanan biaya dan investasi, ada pula nomor indentifikasi intern divisi yang biasanya terdiri dari beberapa digit yang cukup panjang ( ada yang memberikan indentitas sampai dengan 17 digit dan setiap digitnya mempunyai arti sendiri ).

Indentitas diatas itu benar adanya, namun bagaimana dengan penyebutan bagi orang proyeknya sendiri, misalnya bila terjadi kecelakaan ( maaf, mudah-mudahan tidak terjadi ) pada exca, orang dilapangan dengan sangat mudah melaporkan bahwa telah terjadi kecelakaan pada EX-03 , untuk menyebutkan Excavator nomor 3, dan orang manajemen akan dengan sangat mudah mencari indentitas detail alat tersebut dengan menggunakan key EX 03.

Kegunaan lain pemberian call number ini adalah untuk pengawasan, pada sebuah proyek besar yang didalamnya bekerja beberapa vendor dan subcon, sangat dimungkinkan terdapat beberapa alat yang secara fisik terlihat sama, misalnya truk Fuso dengan warna yang sama, atau alat lain yang type dan  merknya sama, sangat memudahkan bila alat internal memiliki call number sehingga sangat mudah diawasi, misalnya truk yang masuk dan keluar proyek , milik sispakan dia ? dengan call number semua nya dapat teratasi.

Ada hal lain yang jauh lebih penting dari kegunaan call number ini ...

Header atau gambar diatas menunjukkan truk trailer dimana bak dan kepalanya bisa dipisahkan, atau yang lebih nyata pada truck gandeng,  artinya sangat dimungkinkan kepala dan bak bisa saling tukar, itulah pentingnya call number kepala KT-03 dan bak dengan nomor BT-02 suatu saat KT-03 dapat berpasangan dengan BT-03, dan pasangan ini dengan sangat mudah dapat dimonitor oleh manajemen walaupun tempatnya sangat jauh.

            Sumber : Teknologi dan Manajemen Alat berat  - e learning PT. PP ( Persero ) tbk


Nah ini fungsi yang lebih pentingnya dari call number ini, kita ambil contoh pada perusahaan rental, dimana perusahaan tersebut  dapat merentalkan BP ( baching plant ), AMP ( Asphalt Mixer Plant ) atau TC ( Tower crane ), dimana alat-alat tersebut merupakan gabungan dari beberapa alat lain, misalnya pada BP ada silo, bin dan lain-lainnya, call number ini akan berguna bagi perusahaan untuk mengetahui elemen apa saja yang tergabung dalam alat tersebut, jadi misalnya sustu hari BP akan ditambah silo dan bin nya, maka manajemen pun dengan sangat mudah untu memonitornya.

Begitu juga untuk TC ( tower Crane ) , AMP ( Asphalt Mixer Plant ) atau alat lain yang bersifat gabungan beberapa elemen alat, masing-masing elemen alat harus diberikan call number sendiri-sendisi, silahkan ....












Sistem Implementator - Profesi yang belum banyak dikenal orang

 



Sistem implementator sebagai suatu profesi mungkin masih asing di telinga kita, profesi macam apa pula itu, ya profesi dimana kita membantu memberikan solusi untuk menerapkan suatu software ke dalam sistem usaha client kita, mungkin kalau yang sudah banyak dikenal sekarang adalah trainer, dimana sebuah perusahaan software development house, mempunyai karyawan yang memberikan training kepada clientnya, itu mungkin mendekati, tapi ketahuilah sistem implementator lebih menjanjikan dan lebih menggiurkan.

Mari kita bahas ....

Era sekarang yang kita sebut sebagai era digital, hampir semua usaha ataupun kegiatan lainnya berusaha migrasi ke arah digitalisasi, tidak hanya perusahaan besar yang menerapkan ERP nya, namun perusahaan kecilpun tidak mau ketinggalan, kita ambil contoh mini market sudah umum menggunakan software toko, bahkan jual ayam goreng atau laundry pun sudah menggunakan software, sudah masuk ke era digital begitu katanya..
 
Kita ambil contoh supaya lebih mudah, banyak perusahaan software house menyediakan software untuk perusahaan, paling banyak sekarang software accounting atau software toko, supaya pengusaha dapat menggunakan software tersebut untuk usahanya maka selain membeli software tersebut juga memerlukan trainer, untuk mengajari pengusaha atau karyawannya untuk menggunakannya.

Misalnya anda sebagai trainer , artinya anda adalah karyawan dari perusahaan software tersebut, tahukah anda sebandingkah yang dibayarkan oleh pengusaha untuk software hause  dengan yang anda terima ? tentunya sangat tidak sebanding, banyak untuk perusahaan softwarenya dari yang untuk anda.

Sudah itu anda sangat terikat dengan fitur ataupun modul yang ada di software perusahaan anda, kalau tidak cover ya sudah anda tidak dapat memutuskan sesuatupun, paling pulang dan lapor boss, sementara client tetap dalam ketidak puasannya.

Sekarang bandingkan, misalnya anda lulusan accounting atau manajemen, atau mungkin malahan anda karyawan bagian accounting, tentunya anda pasti menguasai sistem akuntansi di perusahaan tempat anda bekerja, betul ?  Tahukan software yang dipakai perusahaan anda atau mungkin belum menggunakan software, kenapa tidak anda jual keahlian anda ini ? tahu kan maksud saya ? itulah sistem implementator.

Sebagai seorang sistem implementator (SI) anda bertindak selayaknya seorang konsultan, anda dapat berafiliasi dengan perusahaan software tertentu, atau bahkan bebas menggunakan software apapun termasuk anda bangun sendiri, disini kelebihan anda dibanding trainer tadi, bila satu software tidak mengcover maunya si boss , maka anda dapat mencari software lain yang meng cover keinginannya, sampai pada tituk tertentu anda dapat bekerja sama atau membayar programer untuk membangunnya, status anda sekarang sudah seperti perusahaan software house tadi, bukan trainer lagi, bukan karyawan lagi.

Ada lagi kelebihan yang dimiliki seorang SI dibanding trainer tadi, kalau trainer hanya memberikan training sesuai pesanan perusahaan, misalnya 3 hari kerja, kalau anda sebagai SI maka anda dapat memberikan kepuasan lebih kepada client, misalnya anda akan stanby selama 3 bulan, atau 6 bulan atau bahkan 1 tahun, gak cape lah cuman nungguin kalau ada yang nanya, secara online lagi.

Kelebihan lain lagi nanti dalam pengembangannya anda dapat memberikan tantangan kepada client, apa yang dia mau akan dapat dikerjakan oleh anda, tentunya bayarannya jadi beda kan...

Bagaimana saya dapat menceritakan ini ? ya betul karena saya sudah lakukan jadi SI selama 10 tahun, salah satu hasil yang mungkin tidak akan didapatkan bila hanya jadi seorang trainer adalah saya pernah mengimplementasikan sebuah software yang berharga 150 ribu, tapi saya hargai 19 juta tentu saja dengan implemenytasi di lapangan, lagian enak kan piknik gratis .

Oh iya, ada lagi kelebihannya, saat ini saya pegang 4 perusahaan yang bukan main besar dalam waktu yang sama, tentunya anda bayangkan sangat sibuk ya, gak juga tetangga kiri kanan melihat saya sebagai pensiunan, bagaimana tidak, pagi ngantar anak sekolah, jam 10 nyapu halaman, tapi sekali pergi ya cukup lama 1 - 2 minggu.

Ada yang lupa, jangan terikat contoh diatas ya, bidang accounting di atas hanya sekedar contoh saja, yang bener semua bidang sesuai profesi anda bisa di SI kan, silahkan berkreasi sesuai bidang anda masing-masing.

Mau nyoba, silahkan .... rubah main set anda dari pekerja jadi pemberi kerja 




Senin, 21 Desember 2020

Struktur Organisasi Divisi Peralatan pada Perusahaan Konstruksi




Struktur organisasi dalam perusahaan sangatlah vital, karena dari struktur organisasi inilah perusahaan dapat membagikan pekerjaan besarnya menjadi bagian-bagian yang spesifik dan ditangani oleh orang-orang yang sangat spesifik juga.

Pada perusahaan konstruksi, kontraktor , pertambangan atau perusahaan yang bidang usahanya menggunakan peralatan dalam jumlah besar biasanya ditangani oleh bagian tersendiri baik itu divisi, departemen atau bagian lain.

Adapun yang termasuk dalam kelompok peralatan dalam perusahaan adalah, kendaraan baik yang dipakai dalam operasional produksi, sebagai pendukung proses produksi maupun sebagai operasional perusahaan, alat berat, mesin khusus nya mesin yang dipakai untuk mendukung proses produksi, misalnya genset harus dibedakan antara yang dipakai di proyek dengan yang ada di kantor, alat biasanya berupa alat angkat seperti crane, dan tools alat bantu kerja lain yang bersifat mudah dipindahkan.

Divisi peralatan ini memiliki tugas yang cukup berat yang menjaga dan mempertanggung jawabkan kondisi seluruh peralatan yang dimiliki perusahaan sehingga tugas pokok perusahaan tidak terganggu karena kendala peralatan ini, oleh sebab itu divisi peralatan inipun harus memiliki struktur organisasi yang solid sehingga visi dan misi perusahaan akan terbantu dan terdukung dari kinerja divisi peralatan ini.

Adapun struktur organisasi yang baik ( nama bagian bersifat relatif tergantung kondisi yang ada di perusahaan ) adalah sebagai berikut :

Divisi memiliki 3 bagian yaitu :

ASSET



Bagian yang memegang data asset atau mewakili perusahaan sebagai pemilik asset ( peralatan ), tugas utamanya adalah memelihara dan membagi tugas ( alokasi ) setiap unit sehingga sesuai dengan kebutuhan proyek dan sesuai kemampuan dan kapasitas alat.
Bagian ini dibagi menjadi 2 bagian  :

Pemeliharaan 
  • Menerima unit pada saat pertama kali datang dan hendak dioperasikan perusahaan, penerimaan ini dapat berasal dari vendor atau penjual apabila unit dibeli baru, atau dapat juga penerimaan dari pihak lain misalnya dari perusahaan lain dalam satu group karena di perusahaan lain tersbut proyeknya sudah selesai.
  • Membuat indentifikasi unit yaitu data lengkap dan detail berupa ID unit atau nomor indentifikasi ataupun nomor lambung, merk, tipe, nomor mesin, nomor rangka, nomor polisi, tahun produksi dan tahun operasi, nilai perolehan, nilau buku, nilai penyusutan, menghitung umur ekonomis, memonitor logalitas ( STNK/SILO ), dan menyimpan dokumen legalitas unit.
  • Mengadakan pengecekan rutin secara periodik ( opname ) misalnya setiap tahun, dan terutama sekali apabila unit akan di mutasi ke suatu proyek, berita acara serah terima unit ke penanggung jawab proyek harus lilampiri dokumen pengecekan terakhir ( update )
  • Melaporkan kepada bagian maintenance apabila terjadi masalah teknis pada saat pengecekan ini.
  • Mengadakan analisa unit berdasarkan permintaan dari bagian pemeliharaan, dan mengajukan pengadaan pembelian atau sewa kepada manajemen.
Alokasi Unit
  • Menerima unit dari bagian pemeliharaan dan memonitor detail terusama kondisi dan lokasinya, apakah unit dalam keadaan terikat kontrak dengan proyek tertentu atau dalam keadaan stand by, juga memonitor lokasi unit apakah berada pada lokasi proyek yang benar sesuai kontrak atau tidak.
  • Menerima permintaan penyediaan unit dari bagian operasional untuk proyek tertentu.
  • Mengadakan pengecekan terhadap unit stanby yang sesuai spesifikasi yang diminta.
  • Mengajukan permintaan unit kepada bagian pemeliharaan untuk diajukan pengadaan ( pembelian unit baru ) atau sewa.
  • Mengalokasikan unit sesuai spesifikasi yang diminta oleh bagian operasional.
  • Memobilisasi unit ke proyek tertentu sesuai permintaan bagian operasional.
  • Menerima kembali ( demobilisasi ) unit dari bagian operasional sesudah selesai pekerjaan proyek.
  • Melaporkan historical alokasi unit yang menginformasikan detail operasional unit setiap periodenya, seperti unit sudah pernah dipakai di proyek mana saja, dan berapa lama setiap proyeknya.
OPERASIONAL



Bagian Oprasional ini tugasnya adalah menjalankan unit untuk bekerja sesuai dengan spesifikasi kerja yang ditentukan proyek, baik waktu, operator, operasional supplies ( bahan bakar dan biaya harian lainnya ) dan melaporkan hasil kerja sesuai ketentuan yang disepakati.

Bagian ini dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :

Produksi
  • Bagian ini yang mengoperasikan seluruh unit sesuai dengan spek kerjanya.
  • Melakukan Pemeriksaan dan Pemeliharaan Harian ( P2H ) secara rutin dan melaporkan hasilnya kepada planner.
  • Mengatur operator sesuai dengan jenis dan kapasitas unit
  • Mencatat dan melaporkan pekerjaan berupa jam kerja jam kerja, hasil kerja bila dilihat berdasarkan muatan atau volumenya, sehingga laporan jam atau hasil kerja dapat dijadikan dasar bagian keuangan untuk menerbitkan invoice sewa.
  • membuat laporan rekapitutasi hasil kerja.
Pendukung Produksi
  • Membuat analisa biaya satuan ( proyek )
  • Membuat rencana biaya konstruksi ( proyek ) sebelum proyek dilaksanakan
  • Mencatat detail data proyek.
  • Mencatat dan melaporkan biaya actual proyek
  • Melaporkan hasil kerja unit selain unit produksi ( berdasarkan time sheet )
  • Membuat laporan bulanan proyek berupa perbandingan antara rencana biaya dengan biaya actual.
  • Membuat analisa dan rekap biaya proyek
  • Memberikan data dan laporan ke bagian keuangan tentang penerbitan invoice.
  • Merevisi invoice bila diperlukan.
PERAWATAN ( MAINTENANCE )


Bagian perawatan ini tugasnya melakukan perawatan dan perbaikan  ( maintenance ) peralatan proyek baik yang bersifat perawatan rutin maupun perbaikan karena masalah operasional.

Bagian maintenance ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :

Planner

  • Menerima keluhan teknis dari operator maupun driver yang menemui masalah teknis ( kerusakan atau kekurangan untuk dioperasikan ) .
  • Menganalisa kekurangan atau kerusakan pada saat dilakukan P2H
  • Membuat perencanaan perawatan berkala baik 250 jam, 500 jam, 1000 jam danseterusnya untuk alat berat, dan 5000 KM untuk kendaraan.
  • Menjadwalkan perbaikan kerusakan atau penggantian sparepart sesuai usia teknis sparepart, atau sesuai yang sudah direncanakan
  • Membuat pesanan ( Work Order ) ke bagian maintenance untuk melakukan pekerjaan maintenance.
  • Menampung sisa sparepart yang tidak terpakai dalam proses maintenance ( dari beberapa mekanik / workshop ) dan mengembalikan ke gudang ( inventory )
  • Menampung dan meminta pengadaan sparepart ke bagian inventory, dan memintanya bila ternyata ada stok.
Mekanik 

  • Menerima WO yang diberikan oleh planner untuk melakukan proses maintenance.
  • Mengatur dan membagikan pekerjaan sesuai dengan jenis kerusakan dan sesuai kapasitas workshop.
  • Melakukan proses pekerjaan maintenance sesuai WO dengan sparepart utama sesuatu arahan planner, tetapi dapat merubah atau menambhan sesuai dengan kondisi actual.
  • Mengembalikan sisa sparepart yang tidak terpakai kepada planner.
  • Memberikan informasi data permintaan sparepart yang dibutuhkan sesuai kondisi lapangan.
  • mengkoordinasikan dengan planner apabila terdapat sparepart yang harus diambil dari unit lain ( kanibal )
  • Mengembalikan unit kepada planner apabila unit tidak dapat diberbaiki dengan tuntas
Inventory / Gudang

  • Memberikan barang sesuai WO yang diminta oleh mekanik.
  • Memberikan barang diluar WO atas persetuan planner.
  • Memberikan barang untuk pemakaian langsung atas persetuan yang berwenang.
  • Memberikan order pembelian barang kepada bagian pembelian atas barang yang diminta planner namun tidak berada di stok.
  • Menerima barang hasil pembelian dari bagian pembelian sesuai order yang diminta.
  • Mencatat penerimaan barang diluar order atas persetuan yang berwenang.
  • Menerima barang pengembalian sisa proses maintenance.
  • Mencatat barang yang belum terdata ( biasanya bawaan mesin ) dan memasukkan ke stok tanpa disertai harga.
  • Menyimpan barang dan melakukan manajemen gudang, dan melakukan monitoring mutasi stok